<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268</id><updated>2011-07-07T20:54:13.375-07:00</updated><title type='text'>rohmah's poetry</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-2378610022059586568</id><published>2011-06-17T05:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T05:08:40.243-07:00</updated><title type='text'>Layang-layang Nenek Moyang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4pKben0Zfxw/TftCSXZVnLI/AAAAAAAAAnw/kGVzjIh3frE/s1600/layanglayang.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-4pKben0Zfxw/TftCSXZVnLI/AAAAAAAAAnw/kGVzjIh3frE/s400/layanglayang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah layang-layang, melayang sumbang di langit senja yang beranjak mengelam. Sisakan kenang atas nenek moyang yang tak bosan wariskan wejang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersimpuh jatuh, nyangkut di genteng loteng, berbahan seng yang penuh dengan  lubang karena karat yang melumat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedepa benang gelas yang tajam, terjerat lekat pada antena tipi yang tak pernah habis tawarkan ilusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desau angin di batas temaram tak juga putus asa. Bangkitkan energi layang-layang untuk kembali terbang ke atas awan. Mengajak kembali bertarung melawan musuh yang tak juga dirundung buntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layang-layang jatuh yang berkertas lusuh, hanya bisa berputar-putar acak dan sia-sia. Terkekang benang sedepa yang sepertinya trauma oleh tajamnya irisan benang gelas lawan yang tadi meranggas garang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lagi berperang, bisiknya lirih tersaput ngotot angin yang membuih. Menang kalah hanyalah permainan. Tak perlu menggebu hingga lupa waktu. Menang kalah hanyalah hadiah semu. Bisa menikmati hidup dengan perilaku yang bermutu, tentulah lebih perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layang-layang adalah dolanan warisan nenek moyang. Dolanan lintas generasi yang penuh filosofi berarti. Indahnya hidup harus kita syukuri. Kompetisi tak perlu kita dramatisasi. Selalu ada mati yang tak bisa kita siasati. Titik henti yang tak bisa kita hindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Note: &lt;br /&gt;Layang-layang sudah lama dikenal sebagai permainan tradisional anak-anak di seluruh Indonesia. Mainan ini mudah dibuat. Bahan dasarnya adalah kertas, potongan bambu kecil, dan lem. Untuk memainkannya, layang-layang diterbangkan ke angkasa dengan segulung benang gelasan yang bisa ditarik-ulur. Di angkasa layang-layang diadu. Siapa yang terlebih dulu memutuskan benang lawan, dialah pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layang-layang terbang ke angkasa berkat gaya-gaya aerodinamika dari gerakan relatifnya terhadap angin. Angin relatif itu ditimbulkan oleh aliran udara alamiah atau tarikan layang-layang lewat benang penghubung. Karena populernya, bentuk layang-layang menjadi salah satu bagian dari bangun datar ilmu matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layang-layang sering dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Yang umum dikenal memiliki panjang diagonal 20 cm – 40 cm. Namun dalam perkembangannya, bentuk layang-layang tidak selalu segiempat. Sesuai kreativitas seseorang, layang-layang juga dibuat berbentuk lingkaran, segienam, bahkan hewan, dan sebagainya dilengkapi gambar dan warna yang semarak. Biasanya, layang-layang seperti itu merupakan daya tarik pariwisata atau benda cendera mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1970-an, bentuk layang-layang selalu dimodifikasi para seniman. Ukurannya pun tidak lagi kecil tetapi sangat besar, yakni dalam bilangan meter. Bahkan tidak jarang dibuat dalam bentuk tiga dimensi sehingga harus dimainkan oleh beberapa orang sekaligus menggunakan tali tambang sebagai pengganti benang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun layang-layang demikian tidak untuk diadu, dalam arti sampai memutuskan tali lawan. Layang-layang seperti itu biasanya dimainkan oleh orang-orang dewasa dan dilombakan dalam suatu festival. Di Indonesia lomba dan festival layang-layang bertaraf internasional sudah merupakan agenda tetap di sejumlah daerah, seperti Pangandaran dan Bali. Layang-layang festival dinilai berdasarkan bentuk, komposisi warna, keelokan gerak, bunyi gaungan, dan lama mengudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kaskus http://www.kaskus.us/showthread.php?p=399034285&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-2378610022059586568?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/2378610022059586568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=2378610022059586568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/2378610022059586568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/2378610022059586568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2011/06/layang-layang-nenek-moyang.html' title='Layang-layang Nenek Moyang'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4pKben0Zfxw/TftCSXZVnLI/AAAAAAAAAnw/kGVzjIh3frE/s72-c/layanglayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-112600907686647891</id><published>2010-04-30T08:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T09:06:52.190-07:00</updated><title type='text'>Pasar Malam Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r6Y-P-7HI/AAAAAAAAAl8/4nFmk9wfmxY/s1600/IMG7614A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r6Y-P-7HI/AAAAAAAAAl8/4nFmk9wfmxY/s400/IMG7614A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465956404701359218" /&gt;&lt;/a&gt; pasar malam murah meriah yang digelar semalam, berhasil memerangkap gundah. masalah terlempar jauh. jauh dari jangkauan lampu warna-warni yang tawarkan berjuta sensasi. atmosfer susah terusir musnah. langit memerangkap sepi. mendekapnya agar tak mengganggu ceria yang warnai hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi pagi ini komedi putar tlah berhenti. miniatur peluru kendali terpuruk lunglai di bumi. kuda kayu tlah tersungkur di rumput sedikit berlumpur. tak terdengar lagi teriakan histeris dimanja sensasi. orang-orang kembali terperosok kebiasaan sehari-hari. depresi kembali mendominasi. tak bisakah pasar malam sepanjang hari. setiap hari tanpa pernah berhenti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r7I9wmOsI/AAAAAAAAAmM/Jnq5Y5K_XqM/s1600/IMG7598A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r7I9wmOsI/AAAAAAAAAmM/Jnq5Y5K_XqM/s400/IMG7598A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465957229203438274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r603NRZlI/AAAAAAAAAmE/w3wfJg389pk/s1600/rudal+jatuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r603NRZlI/AAAAAAAAAmE/w3wfJg389pk/s400/rudal+jatuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465956883847276114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;Pasar malam menurut wikipedia adalah pasar yang melakukan transaksi perdagangan di malam hari. Berbagai barang dagangan atau jasa diperjualbelikan di sini. Pasar malam biasanya merupakan atraksi pariwisata penting di negara-negara sub-tropis dan tropis, ini berhubungan dengan suhu udara di malam hari yang tidak begitu dingin dibandingkan dengan wilayah beriklim dingin. Pasar malam sangat lazim terdapat di Hong Kong, Taiwan  dan juga Asia Tenggara khususnya di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menonjol dari pasar malam di Indonesia adalah komedi putar. Sebuah hiburan murah meriah yang disukai masyarakat menengah ke bawah. Bagi orang desa, pasar malam merupakan sarana hiburan yang menarik, murah meriah. Mungkin bagi orang kota, pasar malam ini tidak menarik sama sekali, ndeso. Memang pasar malam ini tidak menawarkan permainan modern seperti video game, makanan modern seperti burger, tapi bagi masyarakat desa, pasar  malam  ini sudah cukup menghibur mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r_eIJdoCI/AAAAAAAAAmc/JCC-AiRxfOM/s1600/IMG7626A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r_eIJdoCI/AAAAAAAAAmc/JCC-AiRxfOM/s400/IMG7626A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465961990815850530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r_NNdzojI/AAAAAAAAAmU/MHwFh8FUIP4/s1600/IMG7584A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r_NNdzojI/AAAAAAAAAmU/MHwFh8FUIP4/s400/IMG7584A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465961700185580082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-112600907686647891?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/112600907686647891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=112600907686647891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/112600907686647891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/112600907686647891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2010/04/pasar-malam-setiap-hari.html' title='Pasar Malam Setiap Hari'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9r6Y-P-7HI/AAAAAAAAAl8/4nFmk9wfmxY/s72-c/IMG7614A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-6517619315242369295</id><published>2010-04-28T05:56:00.001-07:00</published><updated>2010-04-28T06:05:36.132-07:00</updated><title type='text'>Dolanan Kulit Jeruk Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gxkwe38ZI/AAAAAAAAAls/uH_lM-MUMbQ/s1600/IMG7845A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gxkwe38ZI/AAAAAAAAAls/uH_lM-MUMbQ/s400/IMG7845A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465172655373545874" /&gt;&lt;/a&gt;I.&lt;br /&gt;Sebuah jeruk Bali yang dibeli ibu dari tukang gerobak buah di pinggir kali, menyerah pasrah di tajam pisau dapur yang mengoyak kulitnya dengan buas. Sedikit perih mampir di pelupuk. Tapi segar segera terpancar, menghapus panas udara yang sekarang makin meranggas buas, sisakan helai-helai kulit yang terkelupas lunglai, layu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia bukanlah sampah sia-sia yang tak bermakna. Masih ada sebongkah ceria yang diwariskan  dari kreativitas masa lampau. Cukup biarkan tajam pisau menari sejalan liar imajinasi. Mengubah wajah sampah menjadi dolanan yang tidak pernah merusak semesta alam. Pelajaran generasi silam yang semakin tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Setumpuk kulit jeruk Bali terpuruk di peradaban yang semakin enggan menengok ke belakang. Orang tua sekarang lebih suka membuangnya ke keranjang sampah di belakang rumah. Mereka percaya, bocah-bocah akan lebih asyik dengan mainan plastik yang tak bisa membusuk oleh waktu yang melaju seru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainan kulit jeruk Bali tinggalah ilusi yang tak lagi dikenali generasi terkini. Bumi dipaksa bertoleransi dengan polusi yang semakin tak terkendali. Peduli alam hanyalah opini yang selalu kalah oleh ambisi duniawi. Adakah ini pantas ditangisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gyFY4Zs8I/AAAAAAAAAl0/T240ltlN7oE/s1600/IMG7729A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gyFY4Zs8I/AAAAAAAAAl0/T240ltlN7oE/s400/IMG7729A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465173215973848002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gxBLcEMuI/AAAAAAAAAlk/IrYLjJ4sW-w/s1600/IMG7853A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gxBLcEMuI/AAAAAAAAAlk/IrYLjJ4sW-w/s400/IMG7853A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465172044134232802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-6517619315242369295?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/6517619315242369295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=6517619315242369295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6517619315242369295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6517619315242369295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2010/04/dolanan-kulit-jeruk-bali.html' title='Dolanan Kulit Jeruk Bali'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/S9gxkwe38ZI/AAAAAAAAAls/uH_lM-MUMbQ/s72-c/IMG7845A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-3990816169948871063</id><published>2009-11-24T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T00:18:28.161-08:00</updated><title type='text'>Cuci Gudang "Demi Tuhan"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwuWfLIC1iI/AAAAAAAAAlQ/L7m1Ssq0eQE/s1600/IMG4046AA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwuWfLIC1iI/AAAAAAAAAlQ/L7m1Ssq0eQE/s400/IMG4046AA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407581239895053858" /&gt;&lt;/a&gt;obralobralobralobral... &lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;di mejameja peradilan&lt;br /&gt;di corongcorong media&lt;br /&gt;di gedunggedung&lt;br /&gt;di pekantoran&lt;br /&gt;di jalanan&lt;br /&gt;di sembarang waktu&lt;br /&gt;yang kita tahu sebagai medan tiputipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obralobralobralobral...&lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;seperti laiknya barang dagangan&lt;br /&gt;yang dipajang di etalase tontonan&lt;br /&gt;dipoles bonus wajah memelas &lt;br /&gt;mata berkacakaca&lt;br /&gt;dan sedikit tetes air mata&lt;br /&gt;agar disangka sumpah yang sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obralobralobralobral...&lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;didiskon nilai kesakralannya&lt;br /&gt;dihilangkan kadar kesuciannya&lt;br /&gt;agar gampang dilantunkan&lt;br /&gt;ketika kesaksian dipertanyakan &lt;br /&gt;dan kebenaran palsu diragukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obralobralobralobral...&lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;ditawarkan secara paketan&lt;br /&gt;dalam sandiwarasandiwara peradilan&lt;br /&gt;yang tentu saja semakin melelahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obralobralobralobral...&lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;dijadikan tudung pelindung&lt;br /&gt;kesalahan yang makin membusung&lt;br /&gt;mendesak kebenaran jauhjauh ke ujung berung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obralobralobralobral...&lt;br /&gt;obral besaaaaaarrr!!!&lt;br /&gt;laiknya cuci gudang&lt;br /&gt;tibatiba "Demi Tuhan" diobral di manamana&lt;br /&gt;banyak orang beli untuk cuci diri&lt;br /&gt;tak perduli lagi &lt;br /&gt;azab yang menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;Hadist tentang larangan SUMPAH PALSU :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Dosa besar itu adalah syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang, dan sumpah palsu” [HR. Al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian untuk durhaka kepada ibu-ibu kalian, man’an wa haatin (menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya), mengubur hidup-hidup anak perempuan. Dan Allah membenci kalian dalam hal menyebar kabar yang tidak benar, banyak meminta-minta, dan menyia-nyiakan harta.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-3990816169948871063?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/3990816169948871063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=3990816169948871063' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3990816169948871063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3990816169948871063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/11/cuci-gudang-demi-tuhan.html' title='Cuci Gudang &quot;Demi Tuhan&quot;'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwuWfLIC1iI/AAAAAAAAAlQ/L7m1Ssq0eQE/s72-c/IMG4046AA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-6526152281773003790</id><published>2009-11-18T21:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T21:56:10.889-08:00</updated><title type='text'>Suatu senja di perempatan lampu merah Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwTdVJdjksI/AAAAAAAAAlI/0B_bTjVnp60/s1600/IMG3512AA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwTdVJdjksI/AAAAAAAAAlI/0B_bTjVnp60/s400/IMG3512AA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405688808138314434" /&gt;&lt;/a&gt;Gerimis rintik mencabik pucuk kulit ari. Bulu kuduk merinding menantang temaram senja. Kecipak roda melindas tandas genangan air di aspal. Memercik ritmis memancing umpatan sebal mereka yang terpercik air bercampur kotoran jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, hari itu hujan kembali menyapa senja. Sinar lampu meredup. Kemilau biasnya lembut menembus serpihan embun yang terserak acak dihembus semilir angin malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di pojok jalan berlubang, bocah kecil berwajah lonjong, menatap kosong ke ujung lorong. Sepasang mata kecilnya memandang melompong kepada harapan yang selalu mengolok-olok ketidakberuntungan yang tergurat di tangan mungilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah kecil berwajah lonjong itu berdiri membungkuk menahan beban. Di dada kerempengnya tergolek molek, bayi bocah berumur bulanan. Mata mungilnya kemilau bening, pancarkan kepolosan. Tak pernah bertanya kenapa dia dilahirkan pada sang ibu yang duduk menunggu di pinggir trotoar. Santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu memerah. Kericit derit rem kendaraan yang beradu dengan aspal, menyayat bising menancap henti. Semua kendaraan pun akhirnya diam di perempatan. Orang-orang menggigil beku menunggu waktu yang selalu buru-buru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki ceking bocah kecil berwajah lonjong melangkah gemetar. Menapak telanjang menahan beban di gendongan. Pelan-pelan ia tengadahkan satu telapak tangan. Sepasang matanya memelas. Memohon. Mengais iba yang tersisa pada orang-orang yang berhenti di perempatan. Berhenti di satu demi satu kendaraan, demi recehan yang mungkin tak enggan tuk disumbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lampu kembali menghijau, bocah kecil itupun berlari ke tepian. Menghampiri sang ibu yang asyik termangu di sudut trotoar. Dengan bersemangat ia berikan uang receh yang didapatnya sebelum bergegas kembali ke jalanan. Menunggu lampu merah kembali menyapa senja yang menjadi semerah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan Umbar Iba di Jakarta, &lt;br /&gt;Setiap Hari Rp.1,5 Milyar Receh Terbuang Sia-Sia &lt;br /&gt;*) Tulisan ini pernah dimuat di majalah Info &amp; Dinamika Kodya Jakarta Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fragmen dalam prosa liris di atas, adalah pemandangan yang sangat gampang kita temui di banyak tempat di sudut-sudut Jakarta ini. Wajah-wajah polos dan lugu anak-anak jalanan yang seakan penuh beban dan derita membuat hati kita tersentuh oleh iba. Hingga tak segan, kita dengan ikhlas merogoh receh di kocek untuk dibagikan pada mereka. Namun adakah hal itu mampu mengentaskan mereka dari penderitaan yang ada? Nampaknya niat baik kita terkadang justru berakibat sebaliknya. Bukan menolong mereka, ternyata ketulusan kita tak jarang justru malah menjerumuskan mereka ke jurang penderitaan di masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terjebak Iba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dulu banyak kalangan yang beranggapan bahwa krisis moneter adalah penyebab dari banyaknya anak jalanan di kota besar khususnya Jakarta ini. Namun walau perekonomian bangsa Indonesia telah berangsur pulih, kenyataan tersebut tidak mengurangi jumlah anak jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain minimnya peluang kerja ternyata salah satu alasan yang membuat fenomena maraknya anak jalanan tersebut terjadi yaitu “uang pemberian kita”. Hal itu terungkap oleh laporan pengalaman dari berbagai LSM yang melakukan pendampingan kepada anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar maupun tidak, kita telah terjebak oleh “kasihan” serta “ketakutan akan tindak kejahatan di jalanan”. Rasa “kasihan” tersebut yang selalu menjadi senjata bagi anak jalanan untuk memperoleh uang. Maka tidak heran jika banyak anak jalanan dijadikan komoditas “kasihan” bagi orang tua mereka. Hal yang biasa kita temui yaitu adanya ibu-ibu ngamen atau mengemis dengan membawa anaknya, sedang yang lebih tragis lagi adalah anak-anak tersebut dikelola di jalanan oleh seorang koordinator, dibawah ancaman. Sebuah eksploitasi anak kerap terjadi dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, ternyata anak jalanan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sebagai gambaran, dalam sehari anak jalanan dapat memperoleh kurang lebih Rp. 20.000,- sampai dengan Rp. 40.000,-. Uang tersebut diberikan kepada orang tuanya (jika masih memiliki), koordinator, atau untuk diri sendiri. Ada beberapa anak menggunakan uang tersebut selain untuk menyambung hidup, digunakan untuk biaya sekolah. Namun ironinya, justru sebagian besar mereka gunakan untuk berjudi, mabuk, ngelem, merokok bahkan untuk beli narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan sejumlah LSM, uang yang diperoleh anak-anak marjinal ini, sebagian besar tidak mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. Ternyata penelitian ini menemukan bahwa jajan, ada di peringkat pertama; main dingdong atau permainan elektronik lainnya, menjadi pilihan kedua; dan terakhir, setoran ke orang tua atau inang/senior sebagai pelindung mereka di jalanan. Jadi, bocah-bocah berpenampilan kumuh ini pun tetap miskin, tetap terancam putus sekolah, dan tetap berkeliaran di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak dan yayasan yang telah mencoba menolong mereka dengan memberikan sekolah gratis, makanan gratis dan rumah singgah bagi mereka. Namun mereka tetap kembali ke jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Karena uang kasihan yang kita berikanlah biang keroknya. Karena setiap hari mereka memperoleh "uang gampang".  Kalau misalkan saja paling sedikit Rp. 20.000,- sehari,  itu berarti dalam sebulan mereka bisa memperoleh Rp. 600.000,- . Wow jumlah yang cukup besar kan? Tidak heran jika akhirnya mereka memilih untuk tetap di jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ada beberapa usaha untuk membantu mereka keluar dari kehidupan jalanan, namun usaha tersebut terkendala akan “easy money”. Beberapa anak jalanan dibina di rumah singgah dengan diberikan bimbingan pendidikan, ketrampilan dan pemberian kesempatan kerja. Ironisnya, mereka bertahan hanya beberapa bulan lalu kembali kejalan. Beberapa anak disekolahkan dan ditanggung biaya hidupnyapun kembali ke jalanan. Setelah ditanyakan alasan kembalinya mereka karena lebih mudah memperoleh uang di jalan dari pada bekerja atau kembali sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat bahwa pemberian uang anda berdampak mengerikan bagi nasib si anak jalanan. Secara tidak langsung uang tersebut anda menginvestasikan kemalasan, kebodohan, tingkat kriminalitas, masa depan suram bagi anak-anak yang kita beri uang kasihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mustahil jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi pun, mereka akan tetap berada dijalanan dan bisa jadi menjadi preman yang tinggal di jalan dan melahirkan anak-anak kurang mampu dan yang tidak berpendidikan. Tentu saja ini akan menjadi lingkaran setan di negara kita. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1.5 Milyar Perhari Terbuang  Sia-sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita bahwa kita, penduduk Jakarta, setiap harinya membuang uang receh hingga mencapai 10 digit setiap harinya, ke jalanan. Hal ini bisa kita hitung secara gampang dan kasat mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung. Jumlah anak jalanan di Jabodetabek saat ini berdasarkan data terakhir dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencapai angka 75.000 orang. Pendapatan mereka seharinya bisa mencapai Rp 20.000 - Rp 40.000. Bila kita ambil angka terkecil saja, misalnya Rp 20.000,- maka jika dikalikan 75.000 anak, maka hasilnya berarti kita membuang uang receh (cepek, gopek, seceng) sebesar 1.500.000.000 alias 1,5 milyar per hari! Menakjubkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan matematis di atas menimbulkan satu pertanyaan ironik yang besar. Jangan-jangan bisa jadi kitalah yang membuat anak-anak itu betah berada di jalan. Dengan mengamen, mengemis, menyapukan kemoceng di atas dashboard mobil, atau menyodorkan amplop sumbangan, satu anak jalanan usia SD bisa memiliki penghasilan yang beda tipis dengan lulusan diploma. Benar-benar begitu mudah bagi mereka. Tanpa perlu capek-capek sekolah, susah-susah melamar kerja, toh hasilnya hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua berujung karena kita terjebak pada kata "kasihan". “Kasihan” adalah alasan sebagian orang yang memberikan uang kepada para pengemis di jalan. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa menyantuni orang miskin adalah kewajiban setiap orang. Tapi apakah memberikan uang menyelesaikan masalah kemiskinan dan menghilangkan para pengemis di jalan? Jelas jawabannya adalah tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari dengan memberikan uang kepada para pengemis justru memunculkan berbagai masalah seperti: 1.) Mereka akan kembali lagi mengemis keesokan harinya karena mereka beranggapan bahwa mengemis itu mudah. Akibatnya, jumlah pengemis akan semakin bertambah. 2.) Mengancam keselamatan mereka sendiri, 3.) Mengganggu kelancaran lalu-lintas, 4.) Tidak pantas dipandang, 5.) Kota kita akan dikenal sebagai "kota pengemis", 6.) Mungkin kali ini yang berdiri di sana adalah pengemis, namun bias jadi kali lain mungkin perampok yang berpura-pura menjadi pengemis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gerakan “Mapan” di DKI Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi fenomena yang mengenaskan tersebut, Gubernur Propinsi DKI Jakarta Sutiyoso sejak awal April 2005 lampau telah mencanangkan gerakan resmi bertajuk GERAKAN MAPAN (Gerakan tidak membeli atau memberi apapun kepada siapapun di jalan). Berbekal gerakan ini, maka diharapkan fenomena anak jalanan yan semakin mengenaskan di atas bisa teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja peran masyarakat sangat dibutuhkan di sini. Oleh sebab itu Kesos Kotamadya Jakarta Timur, M. Anshary Atjo, tak enggan-enggan untuk selalu meminta masyarakat Jakarta Timur untuk ikut aktif mensukseskan Gerakan Mapan tersebut. Tanpa dukungan masyarakat, gerakan yang dicanangkan oleh Gubernur Propinsi DKI Jakarta Sutiyoso sejak awal April 2005 tersebut  tentunya tidak akan berhasil sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat peran aktif masyarakat inilah maka menurut Kasudin Bintal Kesos Kotamadya Jakarta Timur, M. Anshary Atjo, berdasarkan pemantauan dirinya di jalan-jalan dan persimpangan jalan di wilayah Jakarta Timur, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti, gelandangan dan pengemis (gepeng), pedagang asongan dan pengamen sudah mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini berdasarkan pemantauan di jalan-jalan jumlah PMKS sudah turun drastis. Hal itu merupakan bukti bahwa Gerakan Mapan yang dicanangkan Gubernur Sutiyoso cukup berhasil,” ujarnya bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Peluang Membantu Anak Jalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun kita memang peduli dengan anak-anak jalanan maka ada beberapa hal bisa kita lakukan untuk mereka. Yang terpenting adalah adanya sebuah kesadaran baru untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada anak jalanan, tetapi melainkan memberikan kesempatan pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alternatif “KESEMPATAN” yang bisa kita berikan kepada anak jalanan tersebut yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendampingan. &lt;br /&gt;Karena perlakuan keluarga maupun lingkungan menyebabkan anak jalanan terkadang merasa bahwa mereka adalah anak yang tersingkirkan dan tidak dikasihi, olehnya kita dapat memulihkan percaya diri mereka. “Uang” kita dapat dialihkan dengan waktu yang kita berikan untuk mendampingi mereka. Dengan sikap “Penerimaan kita” tersebut dapat mengatasi “luka masa lalu” mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan Pendidikan. &lt;br /&gt;Kita dapat membantu mereka dalam pendampingan bimbingan belajar, memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan Beasiswa, Bimbingan Uper (Ujian Persamaan) untuk anak yang telah melewati batas usia sekolah. “Uang” kita dapat kita konversi menjadi “Beasiswa” (memang pemerintah telah membebaskan uang SPP untuk sekolah negeri, Namun hal tersebut digantikan dengan pungutan lainnya bahkan lebih mahal dari pada uang SPP yang telah dihapuskan dengan mengatas namakan “uang buku”, “uang kegiatan” dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan Kesehatan. &lt;br /&gt;Dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta lingkungan yang tidak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan sakit penyakit. Pada kondisi sekarang mereka bukanlah tidak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan mahalnya kesehatan sangat rendah dalam lingkungan mereka. Uang kita dapat kita rubah menjadi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk awareness, subsidi obat-obatan serta subsidi perawatan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyediaan Lapangan Pekerjaan. &lt;br /&gt;Sebagai contoh yang baik, saya melihat Carrefour misalnya telah melakukan terobosan yang sangat bagus dengan menerima 4 anak jalanan yang cukup umur untuk bekerja di perusahaannya. Langkah ini merupakan salah satu obat mujarab terhadap penyakit masyarakat yang menjangkit bahkan telah mulai membusuk dalam bangsa ini. Bayangkan jika terdapat “Carrefour-carrefour” yang lainnya, yang mau membuka kesempatan tersebut, mungkin jalanan akan sepi dengan anak anak jalanan karena orang tua mereka telah mulai bekerja. Profile keluarga dikembalikan seperti semula, orang tua menjadi penopang keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan Pangan. &lt;br /&gt;Dengan tingginya harga sembako membuat rakyat marginal tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan “Uang” dapat kita konversi dengan bantuan pangan dengan mengadakan Bazaar sembako murah, kembali kita tidak boleh memberikan kepada mereka secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan program/kampanye MAPAN seperti hanlnya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta ini maka diharapkan akan muncul sebuah kesadaran baru untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada anak jalanan tetapi memberikan kepada mereka “kesempatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian terhadap anak jalanan adalah baik adanya, namun jika dilakukan dengan kurang tepat terkadang bukan sedang menolong mereka namun sedang membunuh secara perlahan masa depan mereka. Dengan adanya upaya konversi terhadap “uang” yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan minat dari anak jalanan untuk keluar dari jalanan kembali kedalam kehidupan normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu kita menolong mereka dari resiko-resiko berbahaya serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyambut uluran tangan yayasan dan melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depannya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tindakan kita dan kesempatan yang kita berikan, kita secara tidak langsung sedang memulihkan hak-hak asasi anak menurut Konvensi hak anak PBB (diratifikasi Keppres RI No. 36/1990) :&lt;br /&gt;- Hak untuk hidup&lt;br /&gt;- Hak untuk tumbuh dan berkembang&lt;br /&gt;- Hak untuk memperoleh perlindungan&lt;br /&gt;- Hak untuk berpartisipasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kita berhenti memberikan "uang gampang" berarti kita telah menjadi sukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak. Di satu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan-yayasan yang berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memang memiliki uang sedikit berlebih dan benar-benar ingin berderma, kita bisa memberikan reward kepada semangat bekerja dan berusaha bagi mereka-mereka yang memang mau berkerja. Sebisa mungkin,meskipun akan ada selisih harga, belanjalah kebutuhan kita kepada usaha-usaha yang dikelola oleh mereka. Kalaupun lebih mahal, anggaplah selisih harga ini sebagai sedekah untuk mereka. Lebih ekstrim lagi, belanjalah kepada mereka meskipun anda tidak terlalu membutuhkan barangnya. Semisal memborong pisang sampai busuk, sapu lidi kuyu, tape uli sebakul sampai busuk, yang penting anak-anak jalanan itu sudah berusaha, tidak mengemis semata. Hal ini sekali lagi jauh jauh lebih baik daripada sekedar memberikan "uang gampang" kepada anak jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang jelas dengan kesadaran gerakan Mapan ini, kita tidak lagi membuang Rp.1.5 Milyar receh kita setiap hari secara sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-6526152281773003790?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/6526152281773003790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=6526152281773003790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6526152281773003790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6526152281773003790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/11/suatu-senja-di-perempatan-lampu-merah.html' title='Suatu senja di perempatan lampu merah Jakarta'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SwTdVJdjksI/AAAAAAAAAlI/0B_bTjVnp60/s72-c/IMG3512AA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-3803205453806561588</id><published>2009-11-04T01:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T01:06:43.326-08:00</updated><title type='text'>Dongeng Cicak dan Buaya* dari Negara Niscaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SvFDisfFq3I/AAAAAAAAAlA/CsDK7q6dVq0/s1600-h/IMG3738A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 309px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SvFDisfFq3I/AAAAAAAAAlA/CsDK7q6dVq0/s400/IMG3738A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400171691530103666" /&gt;&lt;/a&gt;pada zaman dahulu kala, sebuah kisah terjadi di negara niscaya. boleh dipercaya sebagai kisah nyata. boleh dibaca hanya sebagai wacana. namun ini adalah dongeng dari negeri niscaya. apapun komentar anda, niscaya.... cerita ini bisa benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritanya bermula ketika sedikit nyamuk yang semula dianggap tak berbahaya, tibatiba telah beranak pinak bebas merdeka. nyamuk pun merajalela kemana mana. menghisap darah segala sendi yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyaring dengingnya mengganggu tidur warga, juga mengusik keasyikkan sang raja.sementara buaya yang semula didaulat menjaga tidur warga dan sang raja, terlalu mengantuk untuk bekerja yang semestinya. mau tidak mau. suka tidak suka. terpaksa tidak terpaksa. negara mendaulat sang cicak untuk bekerja melawan nyamuk-nyamuk yang semakin berkecamuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang cicak yang kebetulan belum mengantuk karena baru saja dipercaya negara, segera beraksi penuh sensasi. segera bergerak menyelidik apa yang tak nampak. banyak nyamuk segera diamuk. tak perduli perang kepentingan banyak pihak segera berkecamuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena sang buaya yang hanya dikenal suka mengantuk, maka kerja sang cicak yang sebenarnya biasa-biasa saja segera dianggap luar biasa. sang cicak yang sebenarnya hanya menjalani sesuai yang dikehendaki segera dianggap berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang cicak dipuji-puji di sana-sini, sampai akhirnya muncul sebuah duri. saat sang cicak mencari-cari nyamuk di bank suntuluyi sang buaya yang juga tidur di sana merasa turut diusili. buaya pun berang bukan kepalang. koarnya meradang, terbakar tak terkendali. bangkit berjungkit, mencari upaya mengebiri cicak yang dianggap tak tahu diri. cicak dan buaya pun mulai berperang tanpa genderang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang buaya menerjang tanpa ada yang mengekang. sang cicak mengerang, menggalang dukungan mereka yang peduli dan berani. sang raja meragu, sabar menunggu siapa yang bakal jadi abu, agar bisa dijadikan rambu. para warga terpecah, mereka-reka siapa yang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu para nyamuk justru sibuk berasyik masyuk, memestakan kemenangan yang tak perlu mereka perjuangkan dengan peluh dan kaki tangan mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Penggunaan istilah Cicak dan Buaya berasal dari kalimat seorang perwira tinggi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Jenderal berbintang tiga itu berang setelah mengetahui telepon genggamnya disadap Komisi Pemberantasan Korupsi. “…cicak kok mau melawan buaya…” (Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Susno Duadji, Majalah TEMPO 6-12 Juli 2009)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-3803205453806561588?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/3803205453806561588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=3803205453806561588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3803205453806561588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3803205453806561588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/11/dongeng-cicak-dan-buaya-dari-negara.html' title='Dongeng Cicak dan Buaya* dari Negara Niscaya'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SvFDisfFq3I/AAAAAAAAAlA/CsDK7q6dVq0/s72-c/IMG3738A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-5937186896252740514</id><published>2009-11-02T04:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T05:11:44.046-08:00</updated><title type='text'>Usai Lebaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Su7YRpYcRXI/AAAAAAAAAk4/lWKCTaaQdf0/s1600-h/anginsepoi_508.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Su7YRpYcRXI/AAAAAAAAAk4/lWKCTaaQdf0/s400/anginsepoi_508.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399490800941548914" /&gt;&lt;/a&gt;nampaknya... &lt;br /&gt;habis sudah waktu kita&lt;br /&gt;terus meniti pelan-pelan&lt;br /&gt;rajutan sisa-sisa masa lalu&lt;br /&gt;yang mengabarkan &lt;br /&gt;indahnya kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semuanya telah dimaafkan&lt;br /&gt;merontokkan daundaun alpa&lt;br /&gt;meninggalkan tunastunas baru&lt;br /&gt;yang siap kembali trubus&lt;br /&gt;untuk hijaukan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita samasama&lt;br /&gt;kosong…&lt;br /&gt;menyimpan putih sebagai bekal &lt;br /&gt;coretan yang harusnya lebih bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita samasama &lt;br /&gt;kembali kosong&lt;br /&gt;jangan isi dengan iblisiblis baru&lt;br /&gt;yang senang ingkari hati suci&lt;br /&gt;sebagai tumbal gengsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*)Lebaran adalah nama lain dari Hari Raya umat Islam, baik hari raya Idul Fitri maupun hari Raya Idul Adha yang selalu dirayakan setiap tahun. &lt;br /&gt;Lebaran Idul Fitri atau biasa disebut "Lebaran" saja dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri tiba pada bulan Syawal setelah sebulan puasa Ramadhan, orang-orang Islam umumnya saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan dengan saudara, tetangganya, juga semua orang yang dikenal atau bertemu dengan mereka setelah menunaikan Shalat Ied. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-5937186896252740514?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/5937186896252740514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=5937186896252740514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/5937186896252740514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/5937186896252740514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/11/usai-lebaran.html' title='Usai Lebaran'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Su7YRpYcRXI/AAAAAAAAAk4/lWKCTaaQdf0/s72-c/anginsepoi_508.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-6666045123488785538</id><published>2009-10-27T01:50:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T01:59:18.983-07:00</updated><title type='text'>Drakula* Ada Di Manamana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sua1alIvcgI/AAAAAAAAAkQ/H9XGDntIWss/s1600-h/Picture+1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sua1alIvcgI/AAAAAAAAAkQ/H9XGDntIWss/s400/Picture+1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397200671700120066" /&gt;&lt;/a&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;boleh jadi hanyalah dongeng belaka&lt;br /&gt;pengantar tidur anak mama papa&lt;br /&gt;agar tak kelayapan&lt;br /&gt;di malam buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;boleh jadi kejam tak terkira&lt;br /&gt;tapi anehnya banyak disuka&lt;br /&gt;kisahnya tersebar&lt;br /&gt;melanglang buana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;siapa sangka siapa nyana&lt;br /&gt;mati satu tumbuh berjuta&lt;br /&gt;meretas batas-batas negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;menjadi simbol sifat manusia&lt;br /&gt;tega menghisap darah sesama&lt;br /&gt;tak perduli adanya dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;terus lahir di segala suasana&lt;br /&gt;pengusaha ataupun penguasa &lt;br /&gt;sama-sama bisa menjelma&lt;br /&gt;sebagai drakula yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;kekal abadi selamanya&lt;br /&gt;bersama nafsu angkara&lt;br /&gt;menjarah sisi baik manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya Drakula ha ha ha ha...&lt;br /&gt;dari cerita menjadi nyata&lt;br /&gt;berbeda dengan neraka&lt;br /&gt;yang justru dianggap cerita&lt;br /&gt;yang berlalu begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;*)Drakula adalah tokoh fiksi ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Dracula yang diterbitkan pada tahun 1897. Tokoh Drakula diceritakan sebagai seorang vampir yang berasal dari kota Transylvania Rumania. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi oleh Raja Vlad III yang memerintah Walakia pada abad ke-15 dengan tangan besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sejarah Asli Drakula sebenarnya bermula selama Perang Salib. Pada masa raja Vlad II berkuasa di Wallachia Wallachia menjadi rebutan antara kerajaan Hungaraia dan Turki Ottoman. Raja Vlad II yang memihak kerajaan Hungaria.mempunyai tiga orang anak yang bernama Mircea, Drakula, dan Randu. Karena dilengserkan oleh Sigismund (raja dari kerajaan Hungaria) dan kemudian digantikan oleh John Hunyandi, maka Vlad II berbalik memihak kepada kesultanan Turki Ottoman. Sebagai jaminan kesetiaannya kepada kesultanan Turki Ottoman, Vlad II mengirimkan anaknya Drakula dan Randu ke Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang Verna, terjadi konflik antara Vlad II dan John Hunyadi, yang berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Drakula. Melihat perubahan politik di Wallachia tersebut, maka sultan Turki Ottoman (Mehmed II) mengirimkan Drakula pulang ke Wallachia untuk merebut tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drakula kembali ke Wallacia dengan dikawal 8000 prajurit Turki Ottoman. Sesampainya di Tirgoviste (ibukota Wallachia) terjadi pertempuran antara pasukan Vlasdisav dengan pasukan Drakula. Pasukan Drakula berhasil menang dan otomatis menjadikan Drakula sebagai penguasa Wallachia baru. Gilanya setelah berhasil menduduki tahta, Drakula membantai prajurit Turki Ottoman yang tersisa dengan cara disula, hal tersebut menjadi salah satu penyebab permusuhan antara Drakula dan Sultan Mehmed II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panglima salib di Wallachia, Drakula telah membantai kurang lebih 23.000 umat Islam baik tentara maupun rakyat, dengan peperangan maupun dengan metode sula (impaler), dalam ukiran kayu Jerman abad ke-15, ada bukti kekejaman Vlad III, penyulaan massal dengan korban berjumlah ribuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tindakan tersebut Drakula mengirimkan surat kepada raja Hungaria saat itu (Matthias Corvinus) untuk meminta dukungan dari kerajaan Hungaria untuk melawan Turki Ottoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Drakula yang membantai 23.000 tentara Turki Ottoman, membuat sultan Mehmed II menyatakan perang kepada Drakula. Pada tanggal 17 Mei 1462M Sultan Mehmed II (sang penakluk konstatinopel) mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler, sedangkan tentara Dracula mencapai 30.000 prajurit, melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang, Drakula melakukan strategi perang gerilya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada serangan tengah malam pasukan Drakula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan Turki Ottoman, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba, atas kekalahan tersebut pasukan Drakula mundur ke benteng Poenari, Drakula melarikan diri dari kepungan pasukan Turki Ottoman yang dipimpin oleh Randu (adik kandung Drakula) ke Hungaria, dengan demikian, Randu dengan mudah merebut benteng Poenari dan merebut tahta Wallachia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Desember 1476 Terjadi pertempuran antara pasukan salib dengan dengan pasukan muslim (Turki Ottoman) yang terjadi di daerah Snagov, dalam pertempuran tersebut pasukan Drakula dapat dikalahkan, dan Drakula (Vlad III) tewas dalam pertempuran tersebut, kepalanya dipenggal dan dibawa ke Turki sebagai bukti kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-6666045123488785538?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/6666045123488785538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=6666045123488785538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6666045123488785538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/6666045123488785538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/10/drakula-ada-di-manamana.html' title='Drakula* Ada Di Manamana'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sua1alIvcgI/AAAAAAAAAkQ/H9XGDntIWss/s72-c/Picture+1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-480056976847715599</id><published>2009-10-23T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:56:27.782-07:00</updated><title type='text'>Berdamai dengan Takdir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SuGnt-0uE0I/AAAAAAAAAkI/yBqLxjTGKIE/s1600-h/Photo367.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 397px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SuGnt-0uE0I/AAAAAAAAAkI/yBqLxjTGKIE/s400/Photo367.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395778236966638402" /&gt;&lt;/a&gt;o… takdir&lt;br /&gt;engkaukah yang bicara&lt;br /&gt;atau orang-orang&lt;br /&gt;yang salah membaca cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konon Adam adalah manusia pertama&lt;br /&gt;seorang laki-laki yang perkasa&lt;br /&gt;yang sepotong tulang rusuknya&lt;br /&gt;bisa diciptakan Hawa&lt;br /&gt;seorang perempuan papa&lt;br /&gt;sebagai pewarna kanvas hidupnya&lt;br /&gt;itu sebabnya kaum Hawa&lt;br /&gt;dibawah kaum Adam selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o… takdir&lt;br /&gt;engkaukah yang bicara&lt;br /&gt;atau orang-orang&lt;br /&gt;yang salah membaca cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konon karena rayu Hawa&lt;br /&gt;adam berani memetik buah terlarang&lt;br /&gt;dan iblis tertawa&lt;br /&gt;dan noda tercipta&lt;br /&gt;di punggung Hawa selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi-bayi Hawa dianggap alpa&lt;br /&gt;yang harus dikubur dari dunia&lt;br /&gt;sebelum sempat kembali&lt;br /&gt;ciptakan nista&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o… takdir&lt;br /&gt;engkaukah yang bicara&lt;br /&gt;atau orang-orang&lt;br /&gt;yang salah membaca cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konon karena hawa berpayudara&lt;br /&gt;syetan-syetan berkarib dengannya&lt;br /&gt;siap menjerat kaum adam&lt;br /&gt;ke jurang terdalam&lt;br /&gt;ketersesatan yang menghancurkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o… takdir&lt;br /&gt;tak bisakah engkau tulis ulang&lt;br /&gt;bahwa semuanya adalah salah sangka&lt;br /&gt;karena adam maupun hawa&lt;br /&gt;adalah manusia yang sama&lt;br /&gt;pewaris satu dunia maya&lt;br /&gt;agar tak timpang&lt;br /&gt;tapak kehidupan fana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o… takdir&lt;br /&gt;tak bisakah kau kabarkan&lt;br /&gt;tentang Kartini – Kartini yang kami punya&lt;br /&gt;agar orang-orang terbuka mata&lt;br /&gt;tentang perbedaan dan persamaan&lt;br /&gt;yang seharusnya tidak dipermasalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o…. takdir&lt;br /&gt;bisakah kita berdamai&lt;br /&gt;untuk sejenak &lt;br /&gt;saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena yang membedakan perempuan dan laki-laki&lt;br /&gt;adalah masalah hati&lt;br /&gt;yang seharusnya bisa jernih di satu visi&lt;br /&gt;perempuan ataupun laki-laki&lt;br /&gt;sama-sama bisa berprestasi&lt;br /&gt;menjalin perdamaian yang abadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-480056976847715599?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/480056976847715599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=480056976847715599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/480056976847715599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/480056976847715599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/10/berdamai-dengan-takdir.html' title='Berdamai dengan Takdir'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SuGnt-0uE0I/AAAAAAAAAkI/yBqLxjTGKIE/s72-c/Photo367.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-3359173313508163666</id><published>2009-10-21T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T07:13:28.694-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Payung Kertas* Warna Merah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/St8Vn3TWfoI/AAAAAAAAAkA/WtmC42nE8NI/s1600-h/payungkertas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/St8Vn3TWfoI/AAAAAAAAAkA/WtmC42nE8NI/s400/payungkertas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395054653217341058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;sebuah payung kertas warna merah&lt;br /&gt;dibuat ayah selagi kerja sedang istirah&lt;br /&gt;asyik dimainkan anak bocah&lt;br /&gt;ke sana ke mari tak kenal jengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah payung kertas warna merah&lt;br /&gt;tidak menyerah di panas tengadah&lt;br /&gt;tidak kabur di hujan mengguyur&lt;br /&gt;meski luntur dan warnanya kabur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah payung kertas warna merah&lt;br /&gt;dibuat ayah dari kertas yang dilipatlipat searah&lt;br /&gt;direkat dengan selengket lem sayang&lt;br /&gt;agar bisa terus dikenang &lt;br /&gt;meski akhirnya hilang terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;payung kertas... payung kertas...&lt;br /&gt;semula bayangbayangmu dianggap digdaya&lt;br /&gt;penyelamat manusia dari tajamnya panas surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dunia tidaklah baka&lt;br /&gt;saat kala semakin berada&lt;br /&gt;dayamu seakan sia-sia&lt;br /&gt;tergantikan payung yang lebih serbaguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;payung kertas... payung kertas...&lt;br /&gt;kini engkau tidak lagi sakti mandraguna&lt;br /&gt;tapi cantikmu tidaklah musnah&lt;br /&gt;terjelma sebagai penghias citarasa&lt;br /&gt;agar disuka sebagian manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;payung kertas.. payung kertas...&lt;br /&gt;teruslah bersolek molek&lt;br /&gt;jangan pernah terobek &lt;br /&gt;gelindingan waktu yang tergolek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;*)Menurut Wikipedia, payung adalah suatu benda pegang yang digunakan untuk mencegah hujan mengguyur tubuh seseorang. Juga digunakan untuk menciptakan bayangan dan mencegah orang dari sinar matahari. Payung yang digunakan untuk menahan cahaya matahari disebut parasol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari pencarian pada berbagai sumber ditemukan bahwa payung alias umbrella berasal dari bahasa latin "umbra", yang berarti bayangan. Saat ditemukan pada 4 ribu tahun lalu, awalnya payung kuno  didesain khusus hanya untuk melindungi sang pemakai dari teriknya siang hari. Sampai akhirnya bangsa China berhasil membuat payung yang berfungsi juga sebagai pelindung terhadap hujan. Mereka berhasil memanfaatkan lilin dan lak sebagai pelapis kertas agar payung itu waterproof alias anti air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada abad ke 16, keberadaan payung menjadi populer terutama di Barat, di negara-negara Eropa Utara yang memang kerap sekali turun hujan. Semula payung hanya dianggap sebagai aksesoris kaum wanita. Lalu seorang petualang dan penulis Persia, Jonas Hanway (1712-86), dengan percaya diri sering membawa payung  di depan publik, sehingga menggoda keberadaan payung untuk dipakai juga oleh pria. Begitu populernya payung sampai-sampai para pria di Inggris menyebut payung itu sebagai "teman jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payung-payung generasi awal di Eropa dibuat dari kayu atau tulang ikan paus dan ditutup kain kanvas yang diberi minyak. Sebagai penarik diberi sentuhan seni dengan gambar warna warni dan gagang yang melengkung terbuat dari kayu keras, macam kayu ebony dll. Sampai akhirnya pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan rangka besi guna menyangga kain payung. Sejak saat itu selanjutnya desain teknik payung lebih terfokus pada cara bagaimana menemukan teknologi menutup atau melipat payung itu agar lebih praktis saat di bawa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-3359173313508163666?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/3359173313508163666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=3359173313508163666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3359173313508163666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/3359173313508163666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/10/sebuah-payung-kertas-warna-merah.html' title='Sebuah Payung Kertas* Warna Merah'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/St8Vn3TWfoI/AAAAAAAAAkA/WtmC42nE8NI/s72-c/payungkertas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-4515440053721170033</id><published>2009-10-16T05:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T06:03:43.337-07:00</updated><title type='text'>Sepotong Es Krim*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sthua0mLDaI/AAAAAAAAAjA/LGL1PEklXrc/s1600-h/IMG3386A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sthua0mLDaI/AAAAAAAAAjA/LGL1PEklXrc/s400/IMG3386A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393181960850574754" /&gt;&lt;/a&gt;sepotong es krim di tangan bocah&lt;br /&gt;meleleh lumer pelan-pelan&lt;br /&gt;sebagian menetes ke tanah&lt;br /&gt;meninggalkan jejak nikmat &lt;br /&gt;yang tersia-sia pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari langit matahari terik menukik &lt;br /&gt;panasnya semakin membuncah kancah&lt;br /&gt;menerobos lubang angkasa&lt;br /&gt;yang semakin terbuka menganga &lt;br /&gt;terkoyak padat polusi udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;slrrrrruuuppppzzzz...&lt;br /&gt;sepotong es krim di hari panas&lt;br /&gt;dinginkan kecewa yang terampas&lt;br /&gt;kesempatan yang terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepotong es krim mencair lumer&lt;br /&gt;bergelung dalam lidah meramu lega&lt;br /&gt;hhhmmmmmmm.................&lt;br /&gt;melukis manis, menepis gerah&lt;br /&gt;beban hidup yang tak juga tergurah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;*)Es krim adalah sebuah makanan beku dibuat dari produk dairy seperti krim (atau sejenisnya), digabungkan dengan perasa dan pemanis. Campuran ini didinginkan dengan mengaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan kristal es besar. Tradisionalnya, suhu dikurangi dengan menaruh campuran es krim ke sebuah wadah dimasukkan ke dalam campuran es pecah dan garam. Garam membuat air cair dapat berada di bawah titik beku air murni, membuat wadah tersebut mendapat sentuhan merata dengan air dan es tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun istilah es krim sering digunakan untuk menunjuk ke "dessert" beku dan makanan ringan, tapi sebenarnya digunakan unuk menunjuk ke "dessert" beku dan makanan ringan yang terdiri dari lemak susu. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, membatasi penggunaan istilah tersebut berdasarkan kuantitas dari bahan dasar makanan tersebut. (Wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-4515440053721170033?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/4515440053721170033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=4515440053721170033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/4515440053721170033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/4515440053721170033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/10/sepotong-es-krim.html' title='Sepotong Es Krim*'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/Sthua0mLDaI/AAAAAAAAAjA/LGL1PEklXrc/s72-c/IMG3386A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-7127541917205659379</id><published>2009-10-01T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T02:57:47.260-07:00</updated><title type='text'>Gelembung Balon Busa Sabun*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SsR8z2OW6zI/AAAAAAAAAi4/PlWaG2QoEcE/s1600-h/IMG3254A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SsR8z2OW6zI/AAAAAAAAAi4/PlWaG2QoEcE/s400/IMG3254A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387568284412865330" /&gt;&lt;/a&gt;sebuah gelembung balon busa sabun &lt;br /&gt;membumbung tinggi &lt;br /&gt;sementara hari belum sepenuhnya terisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulatnya pinggirkan pukau galau&lt;br /&gt;lenturnya pikat mimpi hati&lt;br /&gt;beningnya perangkap kemilau keriap silau mentari &lt;br /&gt;pantulnya memesta bersama gelitik terik &lt;br /&gt;lenturnya menggoda mata turut berpesta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duuuuhhhhh... gelembung balon busa sabun&lt;br /&gt;terus menari-nari bersama angin&lt;br /&gt;meliuk masyuk, melayang tualang&lt;br /&gt;melukis perca-perca kenangan &lt;br /&gt;sepanjang sempit waktu yang terluang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duuuuhhhh... gelembung balon busa sabun&lt;br /&gt;sebentar nian engkau mengembang&lt;br /&gt;buru-buru memecah sebelum terwujud&lt;br /&gt;sebagian besar tujuan hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Menurut fakta sejarah, sabun adalah salah satu penemuan penting yang dicapai umat Islam di era keemasannya. Tercatat sejak abad ke- 7 M, umat Muslim telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis yang mutakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya "Technology Transfer in the Chemical Industries" menyatakan bahwa kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah (Irak), dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Islam,’’ papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, pertama kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan formula sabun adalah Al-Razikimiawan legendaris dari Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga kini, formula untuk membuat sabun tak pernah berubah," cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun batangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M. Namun, Sherwood Taylor (1957) dalam bukunya berjudul, A History of Industrial Chemistry, menyatakan, peradaban Barat baru menguasai pembuatan sabun pada abad ke-18 M. Sejatinya, menurut RJ Forbes (1965) dalam bukunya bertajuk, Studies in Ancient Technology, campuran yang mengandung sabun telah digunakan di Mesopotamia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka belum mengenal sabun, tapi beberapa deterjen telah digunakan," ungkap Forbes. Menurut dia, dunia klasik belum memiliki deterjen yang lebih baik. Penemuan sabun yang tergolong modern memang baru diciptakan pada masa kejaya&lt;/span&gt;an Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-7127541917205659379?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/7127541917205659379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=7127541917205659379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/7127541917205659379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/7127541917205659379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2009/10/gelembung-balon-busa-sabun.html' title='Gelembung Balon Busa Sabun*'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SsR8z2OW6zI/AAAAAAAAAi4/PlWaG2QoEcE/s72-c/IMG3254A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-4172726899765936228</id><published>2008-09-29T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T00:52:40.990-07:00</updated><title type='text'>Sapu Jagad Tak Lewat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOCIwyOza2I/AAAAAAAAASw/w1beiD3lQZs/s1600-h/desauangin_197.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOCIwyOza2I/AAAAAAAAASw/w1beiD3lQZs/s400/desauangin_197.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251347537212959586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapu Jagad* Tak Lewat;&lt;br /&gt;Di Stasiun Ini Kulihat Wajah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari masih pagi…&lt;br /&gt;derit roda kereta mencericit &lt;br /&gt;sapa rerintik bening embun&lt;br /&gt;mendesah lirih &lt;br /&gt;bisikkan mimpi yang harus di kejar&lt;br /&gt;sebelum menjauh tersaput lembut kabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stasiun ini kulihat wajah Indonesia&lt;br /&gt;ya wajah Indonesia&lt;br /&gt;benar-benar tanpa beda&lt;br /&gt;pinang di belah dua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermacam wajah manusia tiba&lt;br /&gt;menjinjing kopor-kopor harapan&lt;br /&gt;beban hidup yang harus dijalankan&lt;br /&gt;susuri rel kereta kehidupan&lt;br /&gt;tanpa bisa ditunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loket tiket telah dibuka&lt;br /&gt;tawarkan beragam pilihan kereta&lt;br /&gt;tapi tujuannya tetaplah sama&lt;br /&gt;satu tempat di ujung horizon&lt;br /&gt;tempat dimana bahagia selalu berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stasiun ini kulihat wajah Indonesia&lt;br /&gt;ya wajah Indonesia&lt;br /&gt;siapa sangka&lt;br /&gt;pinang di belah dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang tak berpunya&lt;br /&gt;sebagian lara papa&lt;br /&gt;berdesak-desakan antri&lt;br /&gt;demi tiket yang didamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;calo-calo berkeliaran bebas &lt;br /&gt;mencuri kesempatan meraup laba&lt;br /&gt;main mata&lt;br /&gt;pada petugas yang juga loba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang kaya melenggang tenang &lt;br /&gt;tertawa-tawa&lt;br /&gt;uang mereka telah bicara &lt;br /&gt;tiket telah mereka  punya&lt;br /&gt;nyaman menunggu di ruang istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Siang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari telah siang&lt;br /&gt;peluit kereta membelah langit&lt;br /&gt;berteriak kepada mimpi&lt;br /&gt;yang tak juga turun menyapa bumi&lt;br /&gt;yang terkapar dibakar terik matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stasiun ini kulihat wajah Indonesia&lt;br /&gt;ya wajah Indonesia&lt;br /&gt;telanjang tanpa busana&lt;br /&gt;pinang di belah dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang tak berpunya&lt;br /&gt;berlomba cepat mencari tempat&lt;br /&gt;saling sikut asalkan bisa ikut&lt;br /&gt;saling injak asalkan bisa beranjak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki-lekaki beradu umpat&lt;br /&gt;perempuan-perempuan beradu jerit&lt;br /&gt;anak-anak beradu tangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang menggubris&lt;br /&gt;di sini&lt;br /&gt;hukum rimba &lt;br /&gt;bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang kaya&lt;br /&gt;lenggang kangkung saling bercanda&lt;br /&gt;tak terbebani bekal berlimpah&lt;br /&gt;cukup satu recehan pemberat saku&lt;br /&gt;porter-porter siap membawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peluit penjaga stasiun &lt;br /&gt;melengking membelah langit&lt;br /&gt;orang-orang papa semakin kalap&lt;br /&gt;memaksa masuk walaupun gerbong tak lgi cukup&lt;br /&gt;tak perduli terinjak derita, terdesak sengsara&lt;br /&gt;berkarib duka lara merekatelah terbiasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang kaya&lt;br /&gt;bersilang kaki di kursi empuk&lt;br /&gt;yang sama persis di tempat kerja mereka&lt;br /&gt;dimana harta bisa didatangkan dengan segala cara&lt;br /&gt;tanpa perduli apapun akibatnya&lt;br /&gt;bagi sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stasiun ini kulihat  wajah Indonesia&lt;br /&gt;ya wajah Indonesia&lt;br /&gt;lengkap dengan kerut derita&lt;br /&gt;dan ironi senyum licik di mulutnya&lt;br /&gt;pinang di belah dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lengking bel kereta&lt;br /&gt;membelah angkasa&lt;br /&gt;melaju terseok berat &lt;br /&gt;limbung oleh sarat&lt;br /&gt;harapan yang didamba&lt;br /&gt;bermacam manusia&lt;br /&gt;yang tak semua terbawa&lt;br /&gt;terutama kaum papa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam telah menjelang&lt;br /&gt;ujung hari nyaris terlewati&lt;br /&gt;kereta tak henti datang dan pergi&lt;br /&gt;namun masih juga banyak orang yang menanti&lt;br /&gt;kaum miskin yang cuma punya mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka cuma bisa mendamba&lt;br /&gt;kereta terakhir bernama sapujagad&lt;br /&gt;meski terlambat&lt;br /&gt;sekedar lewat tawarkan tempat&lt;br /&gt;datang bersama gelap yang semakin menyayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai tengah malam tepat&lt;br /&gt;sapujagad tak juga lewat&lt;br /&gt;orang-orang pun terlelap&lt;br /&gt;bersama sedikit mimpi &lt;br /&gt;yang masih bisa mereka dekap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa sangka&lt;br /&gt;di stasiun ini kulihat wajah Indonesia &lt;br /&gt;ya benar-benar wajah Indonesia&lt;br /&gt;lengkap dengan raut wajah putus asa&lt;br /&gt;setelah berpuluh tahun merdeka&lt;br /&gt;sepertinya sia-sia&lt;br /&gt;pinang di belah dua&lt;br /&gt;(Jakarta, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) KA Sapujagat, yaitu gerbong kereta barang atau parsel yang disulap berisi penumpang yang akan mudik menjelang Lebaran. Karena istilah Kereta Api Sapu Jagad yang digunakan selama ini, kesannya tidak manusiawi, maka PT KAI meluncurkan kereta baru yang disebut Kereta Komunitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kereta Sapu Jagad yang beralih nama menjadi Kereta Komunitas,  gerbong bagasi yang digunakan mengangkut penumpang dimodifikasi supaya penumpang nyaman berada di dalamnya. Ada empat pintu di gerbong bagasi ini. Gerbong juga dilengkapi dengan kamar mandi. Selain itu, lantai gerbong dilapisi karpet serta dilengkapi kipas angin supaya penumpang tidak kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan gerbong bagasi "Sapu Jagad" yang sebelumnya. Gerbong bagasi hanya terdiri dari dua pintu, lantai gerbong tidak memakai alas, tidak ada kamar mandi, dan tidak ada kipas angin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-4172726899765936228?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/4172726899765936228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=4172726899765936228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/4172726899765936228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/4172726899765936228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2008/09/sapu-jagad-tak-lewat.html' title='Sapu Jagad Tak Lewat'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOCIwyOza2I/AAAAAAAAASw/w1beiD3lQZs/s72-c/desauangin_197.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-9012324870873545704</id><published>2008-09-29T00:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T00:07:58.290-07:00</updated><title type='text'>malam telah mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOB-vrFtAQI/AAAAAAAAASo/InR2O0ygZck/s1600-h/desauangin_093.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOB-vrFtAQI/AAAAAAAAASo/InR2O0ygZck/s320/desauangin_093.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251336522999595266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;malam telah mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*-teruntuk;Jakarta! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kibar bendera putih &lt;br /&gt;istirah malam di kota ini &lt;br /&gt;telah menyerah&lt;br /&gt;pada benderang lampu-lampu penerang&lt;br /&gt;yang tertata apik di pinggir jalanan&lt;br /&gt;lupakan hari gelap &lt;br /&gt;yang dihembus tenggelam surya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kibar bendera putih&lt;br /&gt;pekat malam di kota ini &lt;br /&gt;telah menyerah &lt;br /&gt;pada kemilau sorot lampu-lampu hias&lt;br /&gt;yang terserak di sudut-sudut taman&lt;br /&gt;redupkan makna indah &lt;br /&gt;kemilau kerling kerlip bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kibar bendera putih&lt;br /&gt;dingin malam di kota ini &lt;br /&gt;telah menyerah&lt;br /&gt;pada lekuk tubuh perempuan malam&lt;br /&gt;yang mendesah tebarkan wangi gairah&lt;br /&gt;usir gemerutuk gigil &lt;br /&gt;hembusan lembut angin malam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tanpa kibar bendera putih&lt;br /&gt;sepi malam di kota ini&lt;br /&gt;telah menyerah&lt;br /&gt;pada gegap dentum musik-musik ruang&lt;br /&gt;yang riang luapkan gairah&lt;br /&gt;lirihkan gelitik bunyi &lt;br /&gt;derik jengkerik yang alami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kibar bendera putih&lt;br /&gt;tidur malam di kota ini&lt;br /&gt;telah menyerah&lt;br /&gt;pada deru mesin-mesin dan meja kerja&lt;br /&gt;yang serakah ciptakan mimpi&lt;br /&gt;nobatkan sang harta &lt;br /&gt;di puncak arti tujuan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada lagi malam di kota ini&lt;br /&gt;namun tak ada seorang pun yang mencari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah pelan-pelan undur diri&lt;br /&gt;akhirnya malam pun&lt;br /&gt;mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(benar-benar kusaksikan&lt;br /&gt;dia terkapar, &lt;br /&gt;menggelepar&lt;br /&gt;lalu &lt;br /&gt;diam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mati penasaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cawang-Jakarta; 29;01;2007;14.08&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-9012324870873545704?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/9012324870873545704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=9012324870873545704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/9012324870873545704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/9012324870873545704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2008/09/malam-telah-mati.html' title='malam telah mati'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7bmaDcfbl78/SOB-vrFtAQI/AAAAAAAAASo/InR2O0ygZck/s72-c/desauangin_093.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-116108238201658175</id><published>2006-10-17T03:47:00.000-07:00</published><updated>2006-10-17T03:53:02.076-07:00</updated><title type='text'>Merak Putih*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/whitepeacock.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/whitepeacock.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merak Putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;relakan saja pelangi pergi&lt;br /&gt;tinggalkan indah corak bulumu&lt;br /&gt;melejit cepat kembali ke langit&lt;br /&gt;rumah dimana hujan diciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggalkan saja semua&lt;br /&gt;warna-warna agung yang membangun&lt;br /&gt;megahnya singgasana nama &lt;br /&gt;mustika maya &lt;br /&gt;yang membuat tegak kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukuplah putih menjadi bekal&lt;br /&gt;galah menyentuh indah harapan &lt;br /&gt;di sela rimbun selimut misteri &lt;br /&gt;yang bersih&lt;br /&gt;kosong&lt;br /&gt;gaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah menyatu semua warna &lt;br /&gt;biarlah berpadu semua cahaya&lt;br /&gt;terus membaur hancur&lt;br /&gt;kental tak terpisahkan&lt;br /&gt;pada satu warna akhir&lt;br /&gt;putih &lt;br /&gt;bersih&lt;br /&gt;dimana cahaya dilahirkan&lt;br /&gt;tanpa dosa&lt;br /&gt;menyilaukan&lt;br /&gt;mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*)Merak putih adalah binatang imajiner. Namun tak ada yang tahu apakah foto tentangnya adalah rekayasa grafis ataukah manipulasi gambar. Yang jelas foto atau gambar merak putih ini diyakini oleh beberapa golongan mampu mendatangkan keberuntungan. terlepas dari benar tidaknya mitos tersebut, saya cukup melihat bahwa ternyata tanpa detil warna-warnanya yang begitu kaya, ternyata merak tetaplah bisa tampil dengan memukau. Maha besar Allah yang menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-116108238201658175?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/116108238201658175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=116108238201658175' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/116108238201658175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/116108238201658175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2006/10/merak-putih.html' title='Merak Putih*'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-116107631874065138</id><published>2006-10-17T01:48:00.000-07:00</published><updated>2006-10-17T02:36:24.643-07:00</updated><title type='text'>Hilal*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/abulan03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/abulan03.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/Hilal_Jamadilakhir_1421.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/Hilal_Jamadilakhir_1421.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/Hilal_Zulkaedah_1424.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/Hilal_Zulkaedah_1424.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selarit bulan sabit di ujung senja&lt;br /&gt;menggelepak tak berdaya &lt;br /&gt;di merah ufuk  tengkuk batas istirah surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersangkut pasrah di tatap &lt;br /&gt;tak terhitung mata&lt;br /&gt;yang tak sabar menunggu &lt;br /&gt;sebuah pertanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datangnya&lt;br /&gt;puasa dan hari raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Hilal adalah penampakan bulan dengan mata telanjang yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilal merupakan kriteria hisab suatu awal bulan. Setiap awal bulan selalu ditandai dengan munculnya hilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan hilal bulan syawal adalah salah satu aktivitas penting yang dilakukan lembaga hisab untuk menentukan hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini akan menentukan kapan ummat muslim terakhir melakukan puasa dan merayakan Idul Fitri. Metode penentuan hilal yang biasa dilakukan ada dua macam yakni metode Rukyat dan Hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukyah: metode pandangan mata &amp; hisab: metode perhitungan matematik astronomi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-116107631874065138?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/116107631874065138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=116107631874065138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/116107631874065138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/116107631874065138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2006/10/hilal.html' title='Hilal*'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-114663400905239567</id><published>2006-05-02T22:19:00.000-07:00</published><updated>2006-05-02T22:26:49.063-07:00</updated><title type='text'>Jerit Buruh di Ujung Kaki Mei</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/workhard.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/workhard.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hari masih pagi&lt;br /&gt;namun mentari tak mau menunggu waktu&lt;br /&gt;pamerkan terik tanpa peduli&lt;br /&gt;cericit burung yang terlambat bangun lebih dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di jalanan&lt;br /&gt;bulir keringat menetes pelan&lt;br /&gt;membasahi baju di tubuh-tubuh yang berdesakan&lt;br /&gt;di bak truk terbuka yang tak berdaya&lt;br /&gt;menantang panas surya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun wajah-wajah polos tetap ceria&lt;br /&gt;katanya itu sudah biasa&lt;br /&gt;tetap sunggingkan senyum manis yang mereka punya&lt;br /&gt;yang tak pernah surut&lt;br /&gt;digerogoti tajam gigi derita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;raungan mesin tak lagi bermakna&lt;br /&gt;hambat mereka rayakan pesta&lt;br /&gt;karena di pabrik mereka tlah terbiasa&lt;br /&gt;berkarib derit mesin merajut asa&lt;br /&gt;dianggap robot penggeruk laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang ini hari mereka punya&lt;br /&gt;teriakan kebebasan yang tak pernah mereka rasakan&lt;br /&gt;lepaskan suara yang sekian lama terselimuti &lt;br /&gt;laju industri yang tak pernah mau mengerti&lt;br /&gt;mereka berjuang untuk anak istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini di kalender angka kesatu&lt;br /&gt;panas terik merambati ujung kaki Mei&lt;br /&gt;yang telah beberapa kali menjadi saksi&lt;br /&gt;bahwa sampai kini&lt;br /&gt;kesejahteraan buruh sekali lagi&lt;br /&gt;masih saja menjadi mimpi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Hari Buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peristiwa Haymarket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kongres Sosialis Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.&lt;br /&gt;[sunting]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hari buruh di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-114663400905239567?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/114663400905239567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=114663400905239567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114663400905239567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114663400905239567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2006/05/jerit-buruh-di-ujung-kaki-mei.html' title='Jerit Buruh di Ujung Kaki Mei'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-114597944870870874</id><published>2006-04-25T08:04:00.000-07:00</published><updated>2006-04-25T08:43:32.010-07:00</updated><title type='text'>Manusiamanusia Gagap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/musa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/musa.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;suarasuara entah kenapa&lt;br /&gt;tersekat mampat&lt;br /&gt;di ujung jalan wicara&lt;br /&gt;sedangkan makna&lt;br /&gt;masih banyak tersimpan diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan mulut terkatup letup&lt;br /&gt;atau kerongkongan kosong melompong&lt;br /&gt;semua ada di tempat &lt;br /&gt;siap menerjang meregang&lt;br /&gt;namun hanya satusatu meluncur kelu&lt;br /&gt;patah-patah&lt;br /&gt;lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya bahasa&lt;br /&gt;tak mau selalu berkarib kalbu&lt;br /&gt;sedangkan makna&lt;br /&gt;tertumpuk membusuk di dasar hati&lt;br /&gt;sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o.... sang Pencipta raga&lt;br /&gt;apalah salah mereka&lt;br /&gt;hingga kau tutup pintu bahasa&lt;br /&gt;gagap untuk bicara&lt;br /&gt;kebenaran yang kau amanatkan&lt;br /&gt;sejak Adam dan Hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan mereka-mereka&lt;br /&gt;yang lancar memainkan bahasa&lt;br /&gt;adalah mereka yang buta&lt;br /&gt;atas sabda yang kau titipkan&lt;br /&gt;di gemericik titik-titik kehidupan&lt;br /&gt;yang sebenarnya sangatlah fana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;Nabi MUsa adalah  Orang Gagap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa AS  gagap berbicara. Tetapi  Tuhan  mengangkatnya menjadi seorang nabi sekaligus rasul untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kegagapan Nabi Musa tidak hanya bisa kita temukan di dalam Al Quran, tetapi juga didalam Kitab Injil dimana Nabi Musa secara eksplisit menyatakan  dirinya gagap:"Oh Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut  dan berat lidah”. (Keluaran 4:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa  untuk menegur Raja Fir’aun karena  perbuatannya telah melampaui batas (QS 16:24), Nabi Musa  menjawab:"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku. Mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan lidahku (gagap). Supaya mereka memahamiku. Jadikanlah seorang dari keluargaku sebagai pembantuku (juru bicara). Dialah Harun saudaraku". (QS 16:25-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Nabi Musa  yang kuat secara fisik, ternyata tidak percaya diri menghadapi Raja Fir’aun yang memang sangat kejam. Nabi Musa bukannya takut menghadapi siksaan fisik dari Fir’aun, tetapi masalahnya apakah Fir’aun bisa memahami bicaranya yang gagap. Doa Nabi Musa  dikabulkan dan dijadikanlah saudaranya, Nabi Harun AS, sebagai penerjemah Nabi Musa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-114597944870870874?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/114597944870870874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=114597944870870874' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114597944870870874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114597944870870874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2006/04/manusiamanusia-gagap.html' title='Manusiamanusia Gagap'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26916268.post-114595603504007531</id><published>2006-04-25T01:06:00.000-07:00</published><updated>2006-04-25T08:04:13.333-07:00</updated><title type='text'>Saat Embun Mencumbu Venus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/1600/venus.m.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/400/venus.m.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;fajar belum menjelang&lt;br /&gt;sementara hari masih asyik berselimut gelap&lt;br /&gt;bening butir embun menitikkan semburat gairah&lt;br /&gt;cahya bintang yang terpeluk dalam transparan&lt;br /&gt;di dalam tercermin wajah sumringah&lt;br /&gt;pancaran kelip cahaya,&lt;br /&gt;geliat manja venus saat nyaman &lt;br /&gt;biarkan tubuh terpeluk segar embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kereyot pintu sentakkan sepi&lt;br /&gt;perempuan tua langkahkan kaki&lt;br /&gt;nyalakan obor susuri kegelapan&lt;br /&gt;hari milik mereka&lt;br /&gt;telah dimulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keriput pipi sunggingkan senyum dikulum&lt;br /&gt;menghapus derita menjadi berharga&lt;br /&gt;nikmati yang ada...&lt;br /&gt;karna hidup tak pantas jadi kendala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berteman kelip cantik venus&lt;br /&gt;dan dingin bening embun&lt;br /&gt;perempuan tua penjaja sayur&lt;br /&gt;telah memulai hidup&lt;br /&gt;jauh sebelum dini hari&lt;br /&gt;diteriakkan oleh sang fajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;embun pagi&lt;br /&gt;venus&lt;br /&gt;dan perempuan tua penjaja sayur&lt;br /&gt;berkarib asyik, saat gelap telah lebih setengah jalan&lt;br /&gt;menjelang hidup&lt;br /&gt;yang bukan cuma mimpi!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note:&lt;br /&gt;Venus.... Orang-orang Babylonia menyebutnya "Ishtar". Bagi bangsa Maya, ia dikenal sebagai "Chak ek" yang artinya bintang besar. Beberapa astronom jaman dulu bahkan mengiranya sebagai dua objek yang berbeda: "bintang pagi" dan "bintang senja". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venus, "bintang" yang dimaksud di atas, adalah objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan. Tak heran bila planet kedua dari Matahari tersebut telah menarik perhatian manusia sejak berabad-abad lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venus, planet misterius yang ditutupi awan tebal.&lt;br /&gt;Namun seiring dengan majunya penelitian astronomi, pamor Venus justru memudar. Ia kalah populer untuk diteliti dibanding Mars atau Jupiter misalnya. Ini mungkin disebabkan karena para ilmuwan yakin tidak akan menemukan apa-apa di sana, mengingat suhu permukaannya yang sepanas oven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26916268-114595603504007531?l=rohmahs-poetry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/feeds/114595603504007531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26916268&amp;postID=114595603504007531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114595603504007531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26916268/posts/default/114595603504007531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohmahs-poetry.blogspot.com/2006/04/saat-embun-mencumbu-venus.html' title='Saat Embun Mencumbu Venus'/><author><name>rokhmah sugiarti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07117653742596746090</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/8011/2148/200/rblog10.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
